Mimpi-mimpi yang terus mendatangiku adalah mimpi-mimpi tentang diriku yang menjadi seorang penulis banyak novel. Impian itu sebenarnya sudah aku kubur dalam-dalam semenjak 2 tahun lalu ketika 3 naskahku ditolak oleh banyak penerbit. Mulai detik itu aku merasa bahwa aku bukanlah sebaik-baiknya pemimpi. Aku mulai jarang menulis sejak penolakan terakhir yang aku dapatkan dari salah satu penerbit di Jogja, aku mulai jarang mengecek akun Wattpad dan juga blog pribadiku sendiri, aku mulai tidak memikirkan apa-apa soal konsep cerita dan lainnya yang berhubungan dengan cerita. Sehingga pada satu waktu aku memutuskan berhenti menulis sepenuhnya, tidak ada karangan cerita lagi yang akan aku buat. Kemarin malam, impian itu kembali membayangiku. Pada setiap malam ketika aku melihat bintang bersinar terang, saat rembulan sedang indah-indahnya pertanyaan itu muncul. “Apakah aku seorang pemimpi? Kalaupun iya, kenapa aku berhenti bermimpi untuk menjadi seorang penulis?” Aku mempert...